"Jerawat jamur" vs jerawat biasa: mengapa orang sering keliru membedakannya
Di internet, "jerawat jamur" menjadi istilah umum untuk benjolan kecil, gatal, dan seragam — sering muncul di dahi, dada, atau punggung. Nama medisnya berbeda, dan penyebabnya tidak sama dengan jerawat biasa.
Hal yang diperhatikan orang
- Tampilan
- Yang disebut “jerawat jamur”
- Ukuran beragam, komedo hitam, komedo putih
- Sensasi
- Yang disebut “jerawat jamur”
- Bisa terasa nyeri
- Lokasi
- Yang disebut “jerawat jamur”
- Wajah, garis rahang
| Jerawat biasa | Yang disebut “jerawat jamur” |
|---|---|
| Tampilan | Ukuran beragam, komedo hitam, komedo putih |
| Sensasi | Bisa terasa nyeri |
| Lokasi | Wajah, garis rahang |
Poll
Pernahkah Anda diberi tahu bahwa Anda mengalami "jerawat jamur"?
Sign in to vote
0
Kekeliruan ini bisa dimengerti: “jerawat jamur” terdengar seperti jerawat, tetapi Malassezia folliculitis adalah jenis peradangan folikel yang berbeda, sedangkan acne vulgaris melibatkan pori-pori tersumbat dan dapat mencakup komedo hitam, komedo putih, serta bintik-bintik dengan ukuran berbeda. Keduanya juga bisa terjadi bersamaan, jadi beberapa petunjuk saja tidak cukup untuk memastikan diagnosis.
Benjolan kecil dengan tampilan serupa yang terasa gatal—terutama di garis rambut, dada, atau punggung—bisa menimbulkan dugaan, tetapi tampilan saja tidak dapat memastikannya. Panas, keringat, dan produk oklusif dapat berkaitan dengan kedua kondisi tersebut. Saran di internet untuk mencoba produk antijamur bisa menjadi jalan memutar jika benjolannya sebenarnya jerawat atau kondisi kulit lain; jika kondisinya menetap, menyebar, sangat gatal, atau tidak membaik dengan perawatan dasar, dokter kulit dapat menentukan penyebabnya dan merekomendasikan penanganan yang tepat.
Pilihan “mendiagnosis sendiri lewat internet” dalam jajak pendapat mungkin menggambarkan betapa umum istilah ini digunakan. Pernahkah tenaga medis menjelaskan perbedaannya kepada Anda, atau apakah istilah ini hanya Anda temukan di konten perawatan kulit?