Serum vitamin C-ku berubah warna: apakah masih boleh kupakai?
Vitamin C murni (asam askorbat) sensitif terhadap cahaya, udara, dan panas. Saat teroksidasi, warnanya biasanya berubah menjadi kuning tua, oranye, atau cokelat.
Yang perlu dilakukan
- Transparan atau kuning muda
- Yang umum terjadi
- Normal untuk banyak formula
- Kuning pekat / oranye
- Yang umum terjadi
- Mungkin mulai teroksidasi
- Cokelat
- Yang umum terjadi
- Sebaiknya diganti
| Warna | Yang umum terjadi |
|---|---|
| Transparan atau kuning muda | Normal untuk banyak formula |
| Kuning pekat / oranye | Mungkin mulai teroksidasi |
| Cokelat | Sebaiknya diganti |
Jika warnanya berubah dari transparan atau kuning pucat menjadi oranye tua atau cokelat, pilihan paling bijak adalah berhenti menggunakannya: kemungkinan besar produk itu sudah teroksidasi dan mungkin kurang efektif. Ini tidak otomatis berarti produk tersebut berbahaya, tetapi tidak sepadan dengan risiko iritasi, terutama jika perubahannya mencolok atau baunya maupun teksturnya juga berubah. Jika warnanya masih mendekati warna biasanya, periksa petunjuk pada kemasan dan tanggal produk dibuka; beberapa formula memang sudah berwarna kuning sejak awal.
Agar serum berikutnya tahan lebih lama: simpan dalam keadaan tertutup rapat, jauh dari sinar matahari dan panas —laci yang sejuk biasanya cukup— dan ikuti batas waktu pemakaian setelah dibuka. Kemasan buram dan kedap udara bisa membantu; beberapa serum juga menggunakan turunan vitamin C yang lebih stabil, bukan asam askorbat murni. Jika menimbulkan iritasi, hentikan pemakaian; jika reaksinya parah atau berlangsung terus-menerus, konsultasikan dengan dokter kulit.