Pindah ke kota dengan air sadah dan kulitmu berubah? Kamu tidak mengada-ada
Banyak orang menyadari kulit terasa lebih kencang dan kering (serta rambut lebih kusam) setelah pindah ke tempat dengan air yang sangat sadah. Mineral dalam air dapat meninggalkan residu saat digunakan bersama beberapa pembersih.
Hal-hal yang sering membantu
0/5
Poll
Apakah air di tempat tinggalmu sadah?
Sign in to vote
0
Pola ini masuk akal, tetapi air sadah bukan otomatis satu-satunya penyebab: cuaca yang lebih dingin atau kering, pemanas dalam ruangan, dan pembersih baru juga bisa mengubah rasa kulit. Ion kalsium dan magnesium dapat bereaksi dengan sabun dan meninggalkan endapan; efeknya berbeda-beda tergantung pembersih dan pasokan airmu.
Uji coba sederhana: pertahankan rutinitas lainnya selama beberapa minggu, gunakan pembersih lembut tanpa pewangi (atau kurangi membilas wajah pada pagi hari), lalu oleskan pelembap saat kulit masih sedikit lembap. Jika masalah utamanya rasa kencang, cari produk yang mengandung glycerin, ceramides, atau petrolatum. Filter pancuran mungkin membantu mengurangi endapan tertentu atau klorin, tetapi banyak filter dasar tidak menghilangkan mineral penyebab kesadahan air—periksa klaim bersertifikasi filter tersebut, jangan hanya berasumsi.
Jika perubahan ini terus berlanjut, memburuk, atau disertai ruam yang terasa sakit, sebaiknya periksakan ke dokter kulit. Untuk rambut, sampo chelating yang secara khusus mencantumkan penumpukan mineral pada labelnya patut dicoba sesekali; biasanya sebaiknya dilanjutkan dengan kondisioner karena penggunaan yang sering dapat membuat rambut terasa kering.